• serba-serbi-buku-budaya-literasi

    Melihat Hubungan antara Budaya Literasi, Kemiskinan, dan Agama

    Agama merupakan satu elemen penting di negara kita. Pancasila, dengan sila pertama, menjamin bahwa ideologi Indonesia diawali dengan pengakuan pada Tuhan Yang Maha Esa. Di Indonesia, agama bukan hanya bagian ...

anti-intelektualisme

Anti Intelektualisme

Kehadiran media sosial memberi warna tersendiri dalam kegiatan intelektual di Indonesia. Tidak jarang kita melihat terjadi diskusi dalam kolom komentar antara tokoh intelektual besar tentang suatu isu yang sedang marak. Tapi, kekecewaan sering terjadi karena diskusi intelektual itu malah berubah jadi debat kusir. Argumentum ad hominem mendominasi. Kalau dicermati, komentar dengan cacat logika itu terkadang […]

Lanjut Baca 0
benedict-anderson

Benedict Anderson dan Nasionalisme Kita

            INGAT Benedict Anderson saya jadi ingat indonesianis yang mendahuluinya yakni Herbert Feith. Selang waktu kedua Indonesianis ini tak begitu lama ketika memasuki indonesia. Saya membaca biografinya melalui tulisan Jemma Purdey. Melalui buku ini, saya membaca bagaimana Indonesianis waktu itu memasuki Indonesia dengan perlakuan yang berbeda. Mereka merasakan bagaimana Soekarno mempersilahkan para indonesianis ini dengan […]

Lanjut Baca 0
kehidupan-zaman-nabi-muhammad

Kehidupan Qur’ani di Masa Lampau

Muhammad adalah manusia yang mengamalkan Qur’an dalam keseharian. Melalui Muhammad, kita bisa mengetahui, bahwa kehidupan Nabi penuh dengan hikmah dan pelajaran tak henti. Kita tentu tak asing dengan ayat yang mengisahkan bahwa Muhammad adalah suri tauladan yang baik, dan penyempurna akhlak. Melalui Muhammad kita ditunjukkan oleh Tuhan prototype (sosok) manusia agung. Keagungan sifat dan kelembutannya […]

Lanjut Baca 0
berani-menumbuhkan-keberanian

Menjadi Penulis Bernyali

“Seberapa keji dan sakit kau ditindas, menulislah dengan berani. Sebab ketakutan itu sendiri sudah merupakan penyakit.” Saya membaca kutipan ini dihalaman akun media sosial saya. Di bawah kutipan, dicantumkan nama Promedya Ananta Toer. Saya tak bisa memastikan sumber kutipan itu, tapi yang pasti, kutipan ini berkesan bagi saya. (lebih…)

Lanjut Baca 0
buku-aan-mansyur

Dongeng dan Nostalgia di Puisi Aan Mansyur

            Sebagai karya sastra yang ditulis, puisi bisa dinikmati dengan berbagai macam cara. Bisa saja dengan deklamasi, pertunjukan atau dengan membacanya sembari meresapinya. Tetapi bagaimana bila puisi itu sendiri sudah merupakan bunyi-bunyian yang indah? Barangkali kita hanya cukup untuk mendengarkannya saja dan memasang telinga kita dengan baik-baik. (lebih…)

Lanjut Baca 0
syair-mistik

Menyelami Syair Mistik Rumi

Jalaluddin Rumi, bisa dikatakan milik Barat dan Timur. Barangkali kalimat itu yang bisa kita ungkapkan untuk menggambarkan sesosok Rumi. Suara Rumi seperti menggema tak hanya di Timur, tetapi juga di Barat. Apa yang membuat Rumi tampak bersinar di Timur dan Barat? Mungkin karena yang ditinggalkan bukan sesuatu yang rasional, melainkan sesuatu yang menyentuh jiwa, yakni […]

Lanjut Baca 0
soe-hok-gie

Soe Hok Gie Menulis, Soe Hok Gie Ditulis

            Sastrawan besar kita, Pramoedya Ananta Toer pernah menulis: “ Orang boleh pandai setinggi langit, tetapi selama ia tidak menulis, ia akan lenyap ditelan sejarah”. Apa yang dikatakan Pramoedya ini seperti pas sekali dengan sosok Gie. Gie adalah mahasiswa yang beruntung karena menulis. Saya tak pernah membayangkan ketika Gie di waktu itu tak menulis Catatan […]

Lanjut Baca 0
memperbaiki-televisi

Memperbaiki Dunia Televisi Kita

Dunia televisi bukan lagi menjadi sebuah dunia yang asing bagi kita. Bila dahulu tak setiap rumah tangga memiliki televisi, kini hampir setiap rumah memiliki televisi. Televisi telah mengalami perubahan yang sangat pesat. Saya masih memiliki memori melihat televisi di rumah tetangga, dengan rombongan adik-adik saya untuk menikmati film kesukaan saya setiap minggu pagi. Kini televisi […]

Lanjut Baca 0
tukang-pos-novel-sepeda-merah

Cerita Tukang Pos

Surat, barangkali itulah kerinduan yang begitu kuinginkan seperti di masa-masa kecil. Dulu, surat begitu dinanti, ada kabar yang hendak ditunggu-tunggu. Ada debar perasaan dan jantung yang berdegup saat akan menerima surat dari tukang pos. Kini, di era sekarang, handphone sudah semakin canggih, maka surat pun jarang tiba, pak pos pun jarang datang lagi ke rumah. […]

Lanjut Baca 0