• Beranda
  • Cerpen
    • fiksi-romantis-sampulnya-saja Kadang suatu realitas tidak dapat disampaikan apa adanya. Cerita hadir sebagai salah satu jalan terang dari kebuntuan akan hal-hal yang demikian. Mengutip kata-kata Seno Gumira Ajidarma: “Ketika jurnalisme bungkam, maka saatnya sastra bicara.” Apakah Anda merasa juga demikian? Rubrik ini disediakan untuk mewadahi karya-karya fenomenal Anda.
  • Review
  • Fiksi Kilat
    • fiksi-romantis-sampulnya-saja Kadang suatu realitas tidak dapat disampaikan apa adanya. Cerita hadir sebagai salah satu jalan terang dari kebuntuan akan hal-hal yang demikian. Mengutip kata-kata Seno Gumira Ajidarma: “Ketika jurnalisme bungkam, maka saatnya sastra bicara.” Apakah Anda merasa juga demikian? Rubrik ini disediakan untuk mewadahi karya-karya fenomenal Anda.
  • Esai
    • kronik-tips-menulis-esaiKadang sebuah pemikiran perlu disampaikan secara serius tapi santai. Esai memberi ruang bagi Anda yang ingin menyampaikan ide, gagasan, dialektika dan sebagainya bagi kemajuan masyarakat pada umumnya dan dunia buku pada khususnya. Tentu kami akan sangat menghargai jika gagasan Anda tidak melupakan buku, -entah sebagai bahan kajian maupun sebagai referensi. Anda punya ide? Tulis esai Anda di sini.
  • Di Balik Layar
    • kekerasan-di-sekolah-dan-buku-bacaan-anakKetika kita mengagumi sebuah buku, kadang kita tidak tahu bagaimana proses buku tersebut lahir. Atau, perjuangan macam apa yang telah dilakukan penulisnya, atau bahkan bagaimana sebuah buku berpengaruh besar pada kehidupan manusia di kemudian hari. Rubrik ini menyajikan rahasia-rahasia di balik layar dunia buku yang kadang terlupakan begitu saja. Rahasia apa yang ingin Anda bagikan kepada khalayak?

  • Inspirasi
    • inspirasi-menulisInspirasi dibutuhkan ketika orang kehabisan ide menulis. Atau ketika Ada yang kadang kehilangan hasrat membaca. Rubrik inspirasi mencoba menghadirkan artikel-artikel yang akan membangkitkan gairah Anda untuk kembali menulis dan menghasilkan tulisan-tulisan spektakuler. Anda ingin memberi inspirasi kepada pembaca Portal Berita Buku? Kami tidak sabar menunggu inspirasi dari Anda.

  • Sosok
    • penyair-kondang-1Sosok menghadirkan informasi-informasi seputar dunia seorang penulis. Mungkin Anda ingin bercerita bagaimana keseharian seorang penulis, apa yang dikerjakan atau memaparkan bagaimana cara seorang penulis menghasilkan tulisan bagus. Atau mungkin sekadar ingin tahu bagaimana seorang penulis tidur atau kapan dia piknik.

  • Digital
    • literasi-digital-dunia-mayaZaman terus berkembang. Dewasa ini, cara manusia menulis dan membaca tidak dapat terlepas dari kemajuan teknologi. Rubrik digital disediakan untuk membantu Anda mengenali sekaligus menggunakan kemajuan teknologi bagi penulis dan pembaca. Ingin berkontribusi? Mulailah menjadi penulis profesional di Portal Berita Buku.

  • SerbaSerbi
    • serba-serbi-menulis-bukuRubrik serba-serbi merupakan tempat Anda menyampaikan peristiwa-peristiwa seputar kepenulisan dan perbukuan dari berbagai belahan dunia dengan cara yang ringan dan menyenangkan. Atau mungkin itu terlalu jauh. Bisa jadi peristiwa yang terjadi sangat dekat dengan Anda. Seseorang jadi kaya-raya karena menemukan buku di kakus misalnya. Kenapa tidak? Kirim saja artikel Anda di Portal Berita Buku.

  • Akun Saya

When I Was a Little Seminarian #1

dibaca 24 kali

Populer

Setelah lulus SD, saya masuk Seminari, itu sebuah lembaga pendidikan khusus calon imam Katolik selama enam tahun (SMP-SMA). Tempat itu dikepung tembok-tembok tinggi, jam keluar yang sangat singkat dan aturan yang sangat ketat sehingga siapapun harus kreatif menghibur diri sendiri. Ketika masih SMP, salah satu cara untuk mendapatkan hiburan adalah mendengarkan suara anak-anak perempuan di balik tembok karena berdampingan dengan asrama, ada sebuah gereja tempat dimana setiap pagi anak-anak perempuan dari asrama putri SMP Kartini pergi misa. Tetapi karena antara asrama dan gereja dibatasi tembok, kami hanya bisa mendengar suara mereka. Suara anak-anak perempuan itu membuat kami terhibur dan tersiksa. Kadang-kadang, demi menarik perhatian mereka kami akan melakukan hal-hal konyol seperti memukul-mukul tembok atau memanggil mereka dengan nama-nama perempuan seperti Ana, Melan, Santy dan sebagainya.

Tetapi akhir-akhir ini yang paling sering kami lakukan adalah melempar handuk atau baju-baju di jemuran ke udara. Sampailah pada suatu pagi, memang sedang sial atau saking bersemangat, saya melempar sesuatu ke angkasa terlalu tinggi. Karena itu, angin menerbangkannya ke seberang, pasti di antara kerumunan anak-anak perempuan itu sehingga terdengarlah teriakan histeris dari seberang. Dalam sekejap mereka mulai tertawa cekikikan, terdengar bisik-bisik dan bahkan ada yang mulai menyebut nama saya. Ini ajaib. Saya pikir saya mulai popular di kalangan anak-anak perempuan itu. Kalau kau seorang anak lelaki remaja, pasti tahu bagaimana rasanya. Namun ketika saya baru mulai menikmati masa kejayaan itu, sebuah ranting pohon angsana kering muncul dari balik tembok diiringi sorak-sorai suara wanita-wanita itu. Pada ujung ranting itu tersemat sebuah celana dalam warna biru. Kini giliran saya dan teman-teman saya berseru histeris, kami menyangka para gadis di sana sedang menggoda kami dengan menunjukan celana dalam mereka. Kami meledak tertawa dan bersuit-suit. Mereka balas menyiuli kami. Suasana menjadi seru. Teman-teman saya ada yang mulai gatal-gatal. Kemudian, benda itu jatuh ke tanah. Dan pada saat itu saya melihatnya. Saya hampir shock karena malu, sebab tepat pada bagian karet luar celana dalam itu tertulis berwarna hitam menggunakan spidol snowman sesuatu yang sangat saya kenal. Nama saya sendiri. Terang benderang.

gambar: seminari mataloko

, ,

2 tanggapan ke When I Was a Little Seminarian #1

  1. willy 30 November 2014 pada 07:11 #

    pasti kau yg jolok2 itu ke udara

  2. Marina Herlambang 29 November 2014 pada 19:12 #

    Hahahaha Sukur :-p