Arsip Tag | Emha Ainun Nadjib

menjadi guru di rumh

Menjadi Guru di Rumah

Ki Hajar Dewantara menyebut ada tiga elemen penting dalam pendidikan kita. Tiga elemen itu adalah keluarga, sekolah, dan lingkungan. Bila di masa sebelum pandemi, sekolah dianggap sebagai institusi yang mendominasi pendidikan, maka saat pandemi, peranan sekolah tidak lagi menghegemoni. Pendidikan kembali ke asal muasalnya yang paling dini; keluarga. Pandemi mengajarkan kita untuk menguatkan kembali peranan […]

Lanjut Baca
Judul Buku : Indonesia Bagian dari Desa Saya
Penulis : Emha Ainun Nadjib
Penerbit : Kompas
Tahun : 2016
Halaman : 274
ISBN : 978-602-412-089-4

Melihat Indonesia dari Desa

“Menulis bukanlah untuk menempuh karier sebagai penulis melainkan untuk keperluan-keperluan sosial” Emha Ainun Nadjib Menjadi penulis bagi Emha adalah laku menjadi seorang yang senantiasa berhubungan, bersentuhan, berhadapan dan berdekatan dengan soal-soal sosial. (lebih…)

Lanjut Baca
Judul: Islam Itu Rahmatan Lil Alamin Bukan untuk Kamu Sendiri
Penulis: Emha Ainun Nadjib
Penerbit: Noura Books
Tahun Terbit: Februari, 2020
Cetakan: ke-1

Tebal Buku      : 446

ISBN   : 978-623-242-091-5

Memahami Dakwah yang Rahmatan Lil ‘Alamien

Apa jadinya jika seorang dai mempraktikkan ajaran agama dengan cara memperkeruh suasana? Tentu masyarakat yang mendengarkannya akan terpecah-belah. Ada yang menyikapi secara bijaksana, atau sebaliknya, terkesima dengan gaya ceramah semacam itu. Padahal kita kerap menemui, baik secara live maupun via media sosial, ada beberapa penceramah yang menyampaikan dogma agama melalui bahasa menakutkan nan menyeramkan. (lebih…)

Lanjut Baca
negara-mualaf-demokrasi

Negeri Mualaf Demokrasi

Pohon yang menjulang langit, akarnya pasti menghunjam bumi. Pemimpin yang tinggi singgasananya, mesti mendalam akar sosialnya. Kalau tidak, tentu palsu kepemimpinannnya. Jurus apapun dalam silat, mesti kukuh kuda-kudanya. Kuda-kuda itu posisi integral dan natural terhadap sifat bumi yang dipijak. Segala kekuasaan dalam sejarah yang tak berakar pada masyarakat pasti bersifat otoriter. (Hal. 110) (lebih…)

Lanjut Baca
buku-cak-nun-kapal-nabi-nuh

Memaknai Hidup Lewat Nasehat Cak Nun

Sekarang seperti tidak ada orang di sekitar kita yang melihat atau menyadari bahwa mereka sedang mengalami kebusukan zaman. Saya khawatir kalau ternyata saat ini kita belum sampai ke puncak kebusukan sejarah itu. (hlm 298) Inilah salah satu kutipan Cak Nun yang secara tidak sadar ditujukan kepada masyarakat Indonesia saat ini. Sebuah nasehat keras yang didasarkan […]

Lanjut Baca