perkins

Layaknya Seorang Teman: Maxwell Perkins dan Ernest Hemingway

 

Sama halnya kepada F. Scott Fitsgerald_penulis besar pertamanya_ editor penerbit Scribner Maxwel Perkins menemukan Ernest Hemingway melalui orang-orang_termasuk Fitzgerald sendiri.

Waktu itu Hemingway baru saja pulang perang, lalu dicampakkan oleh Agnes, pacarnya yang seorang perawat. Untuk bertahan hidup di Chikago dia menulis iklan untuk Firestone Tyres. Dia kemudian bertemu seorang wanita dari St. Louis, si rambut merah, bernama Hadley Richardson, dan jatuh cinta kepada wanita yang lebih tua delapan tahun darinya itu. Sebelumnya, Agnes tujuh tahun lebih tua. Ada semacam pola dalam hubungan asmaranya dengan wanita yang lebih tua.

Segera setelah Ernest dan Hadley menikah pada September 1921, mereka makan malam dengan novelis sukses, Sherwood Anderson, yang baru saja kembali dari Paris. Dia bercerita tentang pertemuan sesama orang Amerika-nya  dengan Gertrude Stein, seseorang yang disebut sebagai ‘penulisnya penulis’, yang beberapa karyanya telah diterbitkan di Amerika. Pengantin baru tersebut berencana mengunjungi Italia, di mana Ernest pernah menjadi sopir ambulans saat perang, tetapi Anderson meyakinkan mereka untuk pergi ke Paris. Nilai tukarnya bagus, orang-orangnya menarik. Dia berjanji menuliskan surat pengantar kepada Stein.

Pada musim semi 1922, Hemingway bertahan hidup dari dana perwalian Hadley. Ketika dia bekerja sebagai reporter untuk Toronto Star, Hemingway telah bertemu Stein dan rekannya, Alice B. Toklas. Begitu dia memperlihatkan beberapa cerita pendeknya, Stein mengatakan: mulailah lagi konsentrasilah!  Stein pun menganjur Hemingway agar pergi melihat adu banteng di Spanyol.

Saat Fitzgerald sekeluarga tiba di Paris dua tahun kemudian, tepat sebelum penerbitan The Great Gatsby, nama Hemingway tengah ramai dibicarakan. Pada waktu yang sama Hemingway tengah menikmati hidupnya sebagai seorang ayah bagi anak pertamanya_ Bumby, menonton adu banteng, menerbitkan Three Stories dan in our time di sebuah penerbitan kecil, dan bekerja untuk transatlantic review. (Penggunaan huruf kapital belum populer di Paris waktu itu).

Dengan semangat balas jasa kepada editornya, untuk membayar kembali editornya, Fitzgerald lalu menulis kepada Perkins: Hemingway mempunyai masa depan cerah. Ezra Pund telah menerbitkan koleksi cerita pendeknya. Saya memang belum melihatnya langsung tetapi saya akan mencarinya. Dia benar-benar sesuatu.

Februari 1925, Perkins telah menerima salinan in our time, dan menulis kepada Hemingway, “Saya sangat terkesan dengan kekuatan pada plot dan insiden yang digambarkan … Apa pun yang Anda tulis, kami akan sangat tertarik untuk mempertimbangkannya.”

Tetapi Hemingway sekeluarga tengah bermain ski di Austria. Ketika mereka kembali ke Paris, telegram dari penerbit lain, Boni and Liveright, mengabarkan bahwa mereka setuju untuk menerbitkan ulang in our time. Penulis muda yang sedang bersemangat itu langsung menerimanya.

Barulah kemudian Hemingway membaca surat-surat yang tiba dari Perkins, dan menjawab dengan menjelaskan bahwa dia sudah memiliki kontrak. “Sungguh sial — maksudnya, bagi saya,” tulis Perkins kepada Fitzgerald.

Beberapa minggu kemudian, seorang pria masuk ke sebuah bar.

Hemingway sedang berada di Dingo bersama beberapa mantan rekannya. Masuklah seorang Amerika yang necis, mengenakan setelan Brooks Brothers, memperkenalkan dirinya sebagai Fitzgerald, lalu memesan sampanye. Setelah beberapa gelas, wajah Fitzgerald berubah pucat, berkeringat, dan jatuh pingsan. Mereka mengirimnya pulang dengan taksi. Hemingway tidak terkesan sama sekali.

Kemudian dia membaca Gatsby. Seperti yang diingat Hemingway kemudian, “Jika dia bisa menulis buku sebaik Gatsby, saya yakin dia bisa menulis yang lebih baik lagi.”

Ketika Liveright menerbitkan In Our Time, mereka memberinya ulasan yang cemerlang serta membandingkan Hemingway dengan mentornya, Anderson, penulis Liveright terdahulu yang sangat sukses. Hemingway kemudian mencari cara untuk beralih ke Perkins, seorag editor yang dipuji Fitzgerald dan yang menulis surat-surat luar biasa kepadanya. Dia menulis sebuah parodi yang jelek dengan gaya Anderson yang diberi judul The Torrents of Spring. Tentu saja Liveright tidak akan pernah mempublikasikannya.

Kepada Perkins Fitzgerald menulis, “Saya berharap Liveright akan kehilangan kepercayaan pada Ernest,”  dan mereka melakukannya. Perkins setuju untuk menerbitkan Torrents dan kemudian novel pertama Hemingway, yang bercerita tentang generasi pasca perang di Paris yang berkumpul di Dingo dan pergi ke Pamplona untuk menonton adu banteng.

Kerja keras Perkins pun dimulai. Seperti halnya Fitzgerald, dia harus melawan Scribner untuk menerbitkan The Sun Also Rises, di mana kata “bitch” mengacu pada kepahlawanan wanita, bukan jalang. Sekali lagi, Perkins menang.

Kemudian Perkins harus meminta penulis barunya itu untuk mengurangi kata-kata makian tertentu, “Beberapa kata harus dihindari agar kita tidak mengalihkan orang dari kualitas buku ini… Arti penting dari sebuah buku yang sesungguhnya seharusnya (tidak) akan terabaikan hanya karena beberapa seruan murahan, cerewet, dan tolol. ”

The Sun Also Raises diterbitkan pada Oktober 1926, dan sukses besar.

Selesai dengan novel pertamanya dan juga pernikahan pertamanya, Hemingway memberikan royaltinya kepada Hadley dan Bumby, kemudian menceraikannya. Dia menikah dengan temannya, Pauline Pfeiffer, hanya empat tahun lebih tua, juga dari St. Louis, dan memulai novel keduanya. Lalu selesai. Dia menceraikan Pauline, menikah dengan Martha Gellhorn, juga dari St. Louis, dan memulai novel lain. Dan kemudian selesai lagi. Selalu ada pola dalam kisah asmaranya. Dan seperti yang dikatakan Toklas, “Pria mana pun yang menikahi empat wanita dari St. Louis tidak dapat belajar dari kesalahannya.” Meski demikian dia tetap bersama Perkins dan Scribner’s seumur hidupnya.

##

Untuk mengenang Maxwell Evarts Perkins, editor para penulis besar seperti Thomas Wolf, Hemingway, Fitzgerald.

Disadur dari tulisan Kathleen Dixon Donnelly di https://americanwritersmuseum.org/such-friends-maxwell-perkins-and-ernest-hemingway/

, , ,

Belum ada tanggapan.

Tinggalkan Balasan