Eksistensialisme adalah sebuah aliran filsafat yang tidak hanya bergumul pada soal-soal filsafat yang abstrak, sistematis, logis dan menguras pikiran dan waktu untuk memahaminya. Lebih dari itu filsafat eksistensialisme memusatkan diri pada manusia, bergumul bersama dinamika kehidupan manusia dan serentak mengajak manusia sebagai subjek yang bebas untuk memberi makna atasnya. Kali ini saya akan membahas sedikit […]
Arsip Tag | buku filsafat
Katanya, Filosof Juga Manusia
Log in to rate this. 0
Memang betul dan benar bahwa buku ini bukanlah sebuah buku penting dan ‘berat’. Seperti piwantinya penulis, bahwa tidak perlu “wow” menyikapi lahirnya, dan juga tidak dibutuhkan ritual-ritual khusus sebelum akivitas membacanya. Lebih jelasnya buku ini disusun dengan tujuan sebagai penghilang penat, pengusir jenuh, setelah berjejal teori, bertumpuk konsep di setiap hari dan waktu yang kita […]
Buku Pengantar Berpikir Kritis
Log in to rate this. 0
Begitu berat untuk menstrukturisasikan nalar. Ungkapan realistis yang sangat mudah ditemui di tengah-tengah khalayak umum, terutama moment masuknya pembelajar-pembelajar baru di perguruan tinggi. “Filsafat”, menjadi momok menakutkan, begitu garang karena pembahasan yang menukik serta “mendakik-ndakik”, begitu menyeramkan karena akan menghantui alam pikiran sehingga nyenyak tidur akan terusik. Ditambah lagi kesan “elit” yang selalu menempel dan […]
Mengenal Tulisan Filsafat Bung Hatta
Log in to rate this. 0
Kata Plato dalam bukunya yang berjudul The Republic, pemerintahan terbaik dikepalai oleh “raja-filsuf”. Apa artinya? Kira-kira secara sederhana dapat dimaknai: seorang pemimpin, semestinya juga merupakan seorang pemikir. Meski hampir semua pemimpin negara kita pernah menulis buku, namun perhatian khusus patut kita berikan pada wakil presiden Indonesia yang pertama, Mohammad Hatta. Bung Hatta -demikian ia akrab […]
Filsafat Itu Seperti Makan Krupuk
Log in to rate this. 0
Mengapa di jaman sekarang masih ada orang yang “alergi” terhadap filsafat. Anehnya, kelompok yang alergi terhadap filsafat itu justru hadir di kalangan mahasiswa. Komentar mereka cenderung sinis saat melihat temannya membaca buku filsafat. “Wah, bacaannya berat”. Saya tak tahu, apakah mahasiswa memang lebih dekat dengan kultur berceloteh. (lebih…)