nasehat-dan-kata-bijak-di-buku

Nasehat

Orang-orang memerlukan nasehat. Nasehat atau petuah diperlukan sebagai penuntun, ajaran. Semenjak kecil, petuah bisa datang dari orang terdekat kita; orangtua. Di masa sekolah dituturkan oleh guru. Semakin kita besar, nasehat pun terkadang disampaikan oleh sahabat kita, teman-teman kita, dan juga kita temukan di mana saja. Dan nasehat pun dapat ditemukan dari buku.

Disaat lemah, saat kita mendapati masalah, saat kita terjatuh itulah kita terkadang memerlukan motivasi. Pada kenyataannya banyak terbit buku-buku motivasi yang memberikan petuah namun belum mampu memuaskan diri kita.

Buku Pepatah China Kuno untuk Generasi Modern (2007) diterbitkan ke bahasa indonesia bekerjasama dengan lembaga Foreign Languages Press China. China memang negara yang penuh dengan para filsof. Tak heran, populer di kalangan islam, belajarlah sampai ke negeri China.

Di dalam buku ini banyak kata-kata bijak dari Confucius. Ia dianggap sebagai nabi dalam agama Kong Hu Chu. Buku ini dibagi menjadi tujuh kategori. Ada kategori yang menurut saya menarik tentang membaca. Pengetahuan adalah mempelajari apa yang kau ketahui dan mempelajari apa yang tak kau ketahui. Orang sering puas dengan mendapati apa yang belum diketahui, padahal, dalam ilmu pengetahuan, tidak ada sesuatu yang bisa dikatakan final. Disinilah saya kira mengapa peneliti, atau ilmuwan kemudian terus menerus mengoreksi gagasan-gagasannya meskipun telah diteliti puluhan tahun silam. Kenyataannya di dalam yang kita ketahui, masih banyak yang belum kita ketahui.

Kita juga bisa membaca petuah bijak tentang belajar. Belajar tanpa berfikir adalah sia-sia, berpikir tanpa belajar adalah berbahaya. Nasehat ini tentu penting bagi kita saat ini, sebab generasi muda saat ini lebih banyak belajar tanpa berfikir, dan lebih banyak berpikir tanpa belajar. Akibatnya, tak hanya terjadi sesat pikir, tetapi juga mengarah pada pikiran yang berbahaya.

Sebut saja ketika ada orang yang mempelajari islam dari video, dan yang ditemukan adalah video teroris. Mereka ini terus digencar dengan pikiran-pikiran yang membahayakan. Ini yang terjadi ketika pelaku bom justru anak muda.

Kita juga bisa menemukan kata-kata bijak dari Zhu Xi : Periksalah dirimu setiap hari, perbaiki kesalahan jika ada, dan bersikaplah lebih waspada jika kau tak memiliki kesalahan. Inilah yang semestinya kita lakukan di setiap harinya, bila kita tak waspada, maka ketika ada orang yang membaca kita salah sedikit saja, kita dilanda panik dan tak bisa mengontrol diri.

Membaca nasehat-nasehat di buku ini membuat kita berfikir dan juga merenungi setiap kata-kata di dalamnya. Nasehat-nasehat ini tentu saja melampaui zaman, dan memiliki makna sampai sekarang. Sebagaimana nasehat dari Lao Zi berikut ini  seseorang yang bisa mengenal orang lain adalah orang yang pintar, seseorang yang bisa mengenal dirinya sendiri adalah orang yang bijaksana. Seseorang yang bisa mengalahkan orang lain adalah orang yang memiliki kekuatan , seseorang yang bisa mengalahkan dirinya sendiri adalah orang yang tak terkalahkan.

Nasehat-nasehat di buku ini tentu akan sampai pada kita bila kita menerimanya dengan lapang dan pikiran yang jernih. Semakin banyak nasehat yang dihadirkan pada diri, tentu saja kita menjadi semakin bijak. Sebagaimana yang dikatakan oleh filsuf Confucius berikut ini : jika seseorang telah mempelajari cara kebenaran pada saat fajar, ia akan meninggal dalam keadaan tenang saat senja.

Manusia modern memang memerlukan nasehat. Dan nasehat tak melulu hadir dari seorang motivator. Dari buku dan petuah para filsuf, kita juga bisa memetik dan mendapati nasehat darisana. Buku Pepatah China Kuno untuk Generasi Modern (2007) ini bisa dijadikan bacaan untuk menasehati diri. Saat kita mampu mengalahkan diri inilah, kita bakal menjadi orang yang tak terkalahkan.

 

*) tuan rumah Pondok Filsafat Solo, Pengelola doeniaboekoe.blogspot.com

, , ,

Belum ada tanggapan.

Tinggalkan Balasan